Teks Ceramah Agama Islam : Harmoni Iman

Sirah Nabi Muhammad saw

Teks Ceramah Agama Islam : Harmoni Iman

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Para pembaca yang dirahmati oleh Allah SWT, semangat, cinta dan ketulusan yang luar biasa dari seorang hamba pada Sang Penciptanya. Kedekatan diri padaNya serta teguhnya iman yang benar-benar menghujam di dalam sanubari telah berhasil meluluhkan hasrat penuh ketakutan akan ajal yang bisa jadi akan segera datang. Seorang pemuda yang sungguh jadi harapan peradaban karena kepatuhannya pada sang ayah dan terutama pada TuhanNya. Pergelutan hati yang sangat hebat ketika malam demi malam sang ayah Nabi Ibrahim as tak lekang dari mimpi dan mimpi yang terus menggelayuti. Akankah ini suatu petunjuk dariNya ataukah hanya bunga-bunga mimpi. Hal itulah yang selalu melintas di benaknya kala itu.

Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ash Shaaffaat 105)

Teks Ceramah Agama Islam Harmoni ImanHingga dengan penuh berat hati nabiyullah Ibrahim pun mengutarakan keraguan hatinya itu kepada sang putra kesayangan. Sungguh respon yang luar biasa ketika anaknya yang masih belia kala itu sangat bijak dan penuh kesabaran dalam bersikap..Ayah, sungguh itu adalah petunjuk dari Allah dan dengan sepenuh hati laksanakanlah maka semoga engkau akan mendapatiku termasuk hamba-hambaNya yang sabar..

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash Shaaffaat 102)

Jual Kain Tenun

Perpaduan iman, sabar dan ketaatan dari seorang ayah dan anak yang teramat besar hingga akhirnya Sang Pemilik jiwa-jiwa inipun menurunkan pertolongan dan keajaiban yang tiada disangka-sangka.

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). (QS. Ash Shaaffaat 103).. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. Ash Shaaffaat 107)

Dari peristiwa ini Allah hendak memberi pelajaran berharga untuk kita hambanya agar kita lebih bersungguh-sungguh dalam ibadah menuju ketaatan hanya padaNya, untuk berharap dan takut hanya padaNya, serta pelajaran hidup untuk lebih ikhlas berbagi kepada sesama (semangat untuk berkurban tentunya). Tak kan pernah miskin kita karena banyaknya sedekah yang setiap saat kita keluarkan dan tak kan sakit kita karena banyaknya rakaat shalat yang kita dirikan serta tak kan meninggal kita karena banyaknya siang yang telah kita lewati untuk berpuasa karenaNya. Justru balasan nikmat yang luar biasa akan kita dapatkan seperti teladan yang kita dapat dari Nabi ibrahim as dan Nabi Ismail as.

Semoga akan terpacu kita untuk bisa meneladani akhlak mereka dengan semangat berkurban setiap tahunnya. Insya Allah dari binatang-binatang kurban itulah yang akan jadi saksi setiap amal kita ketika kelak dimintai persaksian olehNya di hari pembalasan. Amal itulah yang Insya

Allah kan turut jadi pemberat timbangan kebaikan. Semakin banyak kebaikan yang mengalir di dunia maka akan mengalir semakin deras pula amal kebaikan kita di akhirat nantinya. Aamiin. Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Penulis : Reny Purnama Sari)

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Ceramah Islam : Sahabat Sejati

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>