Tag Archives: tata cara sholat ied

Ceramah Sejarah Islam “Tata Cara Shalat Ied”

Sirah Nabi Muhammad saw

Ceramah Sejarah Islam “Tata Cara Shalat Ied”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Yaitu sholat idul Fitri dan Idul Adha. Sholat Idul Adha lebih utama dari pada sholat Idul Fitri, karena sholat Idul Adha telah dijelaskan di dalam al Qur’an, firman Allah Swt dalam surat al Kautsar ayat dua :

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”

  • Hukum sholat ied adalah sunnah bahkan sholat ied adalah sholat sunnah yang paling afdol. Ada yang mengatakan hukum sholat Ied adalah fardlu kifayah, bahkan menurut imam Abu Hanifah hukumnya adalah wajib.
  • Waktu sholat Ied adalah mulai terbitnya matahari hingga tergelincirnya matahari di hari pertama Idul Fitri dan hari tanggal sepuluh Idul Adha. Ceramah Sejarah Islam Tata Cara Shalat Ied
  • Kesunahan-Kesunahan Sholat Ied :
  1. Mengakhirkan pelaksanaan sholat hingga matahari naik setinggi satu tombak.
  2. Dilaksanakan di masjid kalau masjidnya luas. Jika tidak luas, maka di selain masjid. Bagi wanita-wanita yang sedang haidl sunnah berada di pintu masjid untuk mendengarkan khutbah.
  3. Menghidupkan malam hari raya dengan beribadah.
  4. Mandi hari raya. Waktu mandi hari raya masuk setelah tengah malam.
  5. Memakai pengharum dan berhias bagi orang yang ada di rumah, keluar rumah, tua ataupun muda, baik yang mengikuti sholat Ied ataupun tidak. Bagi wanita lanjut usia dan wanita yang tidak memiliki penampilan menarik, sunnah untuk keluar megikuti sholat Ied di luar rumah dengan mengenakan pakaian yang jelek. Sedangkan bagi wanita muda atau wanita yang memiliki penampilan menarik, maka hukumnya makruh mengikuti sholat Ied di luar rumah, dan yang lebih afdol bagi mereka adalah sholat di rumah.
  6. Sunnah bagi selain imam untuk berangkat pagi-pagi.
  7. Berangkat dengan berjalan kaki dan pulang lewat jalan lain yang lebih dekat. Karena pahala berangkat itu lebih besar sehingga disunnahkan memperlamanya dengan memperbanyak langkah kaki sehingga makin banyak pahala. Memberikan fatwa jika dia termasuk ahli ilmu. Memberi sedekah saat berangkat dan pulang. Dan agar supaya kedua jalan yang dia lewati bisa menjadi saksi baginya.
  8. Segera melaksanakan sholat Idul Adha di awal waktu, agar waktu pelaksanaan kurban setelah sholat semakin panjang.
  9. Mengakhirkan pelaksanaan sholat Idul Fitri hingga matahari naik kira-kira setinggi dua tombak, agar waktu mengeluarkan zakat semakin lama / panjang.
  10. Memakan sesuatu sebelum sholat Idul Fitri. Yang afdol adalah makan kurma dengan jumlah ganjil, agar hari raya berbeda dengan hari sebelumnya yaitu dengan segera makan.
  11. Saat Idul Adha, sunnah untuk tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga selesai sholat Ied.

Sebagaimana yang diungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :

“ sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri, sunnah

Untuk berbuka, begitu juga sunnah tidak berbuka hingga waktu pelaksanaan kurban.”

  • Tata Cara Sholat Ied.

Sholat Ied adalah dua rokaat dan sunnah melakukan beberapa hal sebagai beriktu :

  1. Pada rokaat pertama, sunnah membaca takbir tujuh kali secara yaqin diantara doa istiftah dan ta’awudz. Dan pada rokaat kedua membaca takbir lima kali.
  2. Mengangkat kedua tangan saat membaca takbir.
  3. Mengeraskan suara saat takbir bagi imam, makmum dan orang yang sholat sendiri.
  4. Di antara takbir sunnah membaca al Baqiyat as Sholihat yaitu lafadz “سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ”  .
  5. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di bawah dada di antara setiap takbir.

Sebagaimana ungkapan penyusun Shofwatul Zubad :

“ sunnah membaca takbir tujuh kali di awal rokaat pertama

Dan takbir lima kali di rokaat kedua setelah

Takbirotul ihram dan berdiri”

6. Menyambung takbir dengan bacaan ta’awudz.

7. Saat pelaksanaan sholat sunnah membaca surat “ق” dan “اقتربت” atau surat “الأعلى” dan”الغاشية”  .

Jual Kain Tenun
  • Kesunnahan-Kesunnahan Khutbah Ied :
  1. Jika sholat berjama’ah, maka sunnah melaksanakan khutbah dua kali setelah selesai sholat sebagaimana khutbah Jum’at di dalam rukun dan kesunahan-kesunahannya, tidak dalam syarat-syaratnya seperti berdiri, menutup aurat, suci, dan duduk diantara dua khutbah. Jika sholat Ied sendiri tidak berjama’ah, maka tidak sunnah melaksanakan khutbah.
  2. Sebelum dua khutbah, sunnah duduk sebentar kira-kira pelaksanaan Adzan sholat Jum’at.
  3. Melakukan takbir sembilan kali secara terus menerus di awal khutbah pertama, dan tujuh kali di awal khutbah kedua.
  4. Saat khutbah, sunnah menyampaikan hal-hal yang tepat dan sesuai dengan keadaan saat itu. Pada saat Idul Fitri, sunnah menjelaskan tentang hukum zakat Fitri, dan tentang hukum-hukum kurban saat Idul Adha.

Sebagaimana yang di ungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :

“………………………………………………

Sunnah melakukan dua khutbah setelah sholat ied seperti Khutbah Jum’at

Membaca takbir sembilan kali di awal khutbah pertama secara terus menerus

Dan tujuh kali di awal khutbah kedua secara terus menerus”

  • Permasalahan-Permasalahan Saat Hari Raya :
  1. Sunnah mengucapkan selamat hari raya mulai dari terbenamnya matahari saat Idul Fitri, dan mulai Shubuhnya hari Arafah saat Idul Adha.
  2. Jika sebelum tergelincirnya / waktu Dhuhur tanggal tiga puluh Romadlon, nampak bahwa hari itu adalah Hari Raya dengan persaksian orang yang melihat rembulan dan waktu yang tersisa cukup untuk mengumpulkan orang dan melaksanakan sholat Ied, maka saat itu juga wajib untuk membatalkan puasa dan sunnah untuk melaksanakan sholat Ied.
  3. Jika hal di atas terjadi sebelum waktu Dhuhur dan waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan sholat Ied berjama’ah, atau terjadi setelah waktu Dhuhur tetapi para saksi telah terbukti keadilannya sebelum Maghrib, maka wajib untuk membatalkan puasa dan sunnah mengqodlo’ sholat ied karena waktunya telah habis.
  4. Jika hari raya di ketahui setelah terbenamnya matahari, maka sunnah melaksanakan sholat Ied keesokkan harinya dengan status sholat Ada’.
  • Takbir Saat Dua Hari Raya

Sunnah membaca takbir dengan suara keras bagi orang laki-laki. Shigot takbir yang diriwayatkan dari Rosulullah Saw adalah sebagai berikut :

” اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ, لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ , اللهُ اَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ. اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا, لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَّقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ”

  •  Pembagian Takbir

Takbir hari raya terbagi menjadi dua, yaitu takbir Mursal dan Muqayyad.

  1. Takbir Mursal, yaitu takbir yang tidak terikat dengan sholat, sehingga sunnah membaca takbir di setiap waktu baik Idul Fitri atau Idul Adha. Waktunya mulai tenggelamnya matahari malam hari raya sampai takbirotul ihramnya sholat Ied.
  2. Takbir Muqoyyad, yaitu takbir yang dibaca setelah sholat fardlu ataupun sunnah, ada’ atau qodlo’ walaupun sholat jenazah. Waktunya bagi selain orang yang sedang melaksanakan ibadah haji adalah mulai Shubuhnya hari Arafah sampai Ashar akhirnya hari Tasyriq. Sedangkan bagi orang yang melaksanakan ibadah haji adalah mulai Dhuhurnya hari raya Kurban sampai Shubuh akhirnya  hari Tasyriq. Jika melakukan tahallul, maka sunnah membaca takbir hingga Ashar akhirnya hari Tasyriq.

Takbir mursal saat Idul Fitri lebih afdol daripada takbir mursal saat Idul Adha. Sedangkan takbir Muqoyyad saat Idul Adha lebih afdol daripada keduanya.

Sebagaimana yang diungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :

“dan ulama’ membaca takbir saat dua hari raya

Sampai melakukan takbirotul ihram, begitu juga setelah

Melakukan sholat sejak shubuh tanggal sembilan

Hingga Ashar akhirnya tanggal empat belas Dzul Hijjah”

“ Ditulis oleh al Habib al Alamah Zain ibn Ibrahim ibn Sumith, semoga Allah memberi perlindungan pada beliau

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Kultum Agama Islam “Pilih Teman Yang Soleh”

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+