Tag Archives: tata cara shalat berjamaah

Ceramah Islam Pendek “PERMASALAHAN ISTIKHLAF (menggantikan posisi imam sholat)”

Sirah Nabi Muhammad saw

Ceramah Islam Pendek “PERMASALAHAN ISTIKHLAF (menggantikan posisi imam sholat)”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Permasalahan Istikhlaf adalah permasalahan ketika imam keluar di pertengahan sholat, maka di perkenankan untuk menyuruh seseorang menggantikannya agar menyempurnakan sholat sang imam sebagai pemimpin sholat, dan orang ini di sebut Khalifah.

Dalam hal ini ada dua keadaan, yaitu saat sholat Jum’at dan selain sholat Jum’at.
Pertama, istikhlaf dalam sholat Jum’at ada tiga macam :

1.    Istikhlaf khutbah. Hukum istikhlaf ini adalah sah dengan syarat yang mengganti adalah orang yang mendengar seluruh rukun khutbah yang telah disampaikan.

2.    Istikhlaf di antara khutbah dan sholat. Hukum istikhlaf ini adalah sah dengan syarat khalifah telah mendengar seluruh rukun khutbah.

3.    Istikhlaf di dalam sholat. Dalam hal ini keadaan khalifah ada empat :
Ceramah Islam Pendek PERMASALAHAN ISTIKHLAF menggantikan posisi imam sholat-    Istikhlaf sebelum khalifah bermakmum pada imam. Dalam hal ini tidak diperkenankan istikhlaf secara mutlak.

-    Istikhlaf setelah khalifah bermakmum kepada imam di rokaat pertama atau ruku’ rokaat pertama. Dalam hal ini hukum istikhlaf adalah sah dan dia beserta jama’ah yang lain mendapatkan sholat Jum’at.

-    Istikhlaf setelah khalifah bermakmum kepada imam dan setelah ruku’ rokaat pertama walaupun saat i’tidal. Maka istikhlaf bagi kholifah hukumnya haram. Karena dirinya akan kehilangan sholat Jum’at.

Jual Kain Tenun

-    Istikhlaf dilakukan khalifah setelah dia menemukan ruku’ kedua dan sujud kedua dari rokaat kedua sehingga dia hanya menjadi khalifah saat tasyahud, maka menurut imam Ibn Hajar, khalifah tidak menemukan sholat Jum’at bahkan dia wajib menyempurnakan sholat Dhuhur. Sedangkan menurut imam ar Romli, al Khatib dan Syekh al Islam, kholifah tersebut mendapatkan sholat Jum’at sehingga dia hanya wajib menambah satu rokaat.

Kedua, istikhlaf di selain sholat Jum’at ada dua keadaan :
1.    Istikhlaf dilakukan setelah imam hadats dan dilakukan oleh orang yang belum bermakmum pada imam. Dalam hal ini terdapat perincian :

-    Jika runtutan sholat khalifah tidak berbeda dengan runtutan sholat imam seperti rokaat pertama atau rokaat kedua dalam sholat Ruba’iyah (sholat empat rokaat), maka hukum istikhlaf ini diperbolehkan, baik makmum yang lain memperbaruhi niat bermakmumnya atau tidak.

-    Jika runtutan sholat khalifah berbeda dengan runtutan sholat imam seperti rokaat kedua, ke empat atau rokaat ketiganya sholat maghrib, maka diperkenankan jika makmum yang lain memperbaruhi niat makmumnya. Jika tidak, maka hukum istikhlaf ini tidak diperkenankan.

2.    Khalifah telah menjadi makmum imam sebelum hadats, maka hukum istikhlaf dalam hal ini diperkenankan secara mutlak.

# Istikhlaf hanya diperkenankan jika makmum belum sempat melakukan satu rukun dengan sendiri-sendiri walaupun berupa rukun ucapan (qouli). Jika tidak  demikian, maka tidak diperkenankan istikhlaf secara mutlak di dalam sholat Jum’at, sedangkan dalam selain sholat Jum’at hukumnya tidak diperkenankan tanpa niat bermakmum.

“ Ditulis oleh al Habib al Alamah Zain ibn Ibrahim ibn Sumith, semoga Allah memberi perlindungan pada beliau

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Kultum Agama Islam “Pilih Teman Yang Soleh”

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+