Tag Archives: penutup ceramah islam

Penutup Ceramah Islam “PERUBAHAN YANG DI KIRA-KIRAKAN لتغيــــر التقـــــديري (at taghayyur at taqdiri)”

Sirah Nabi Muhammad saw

Penutup Ceramah Islam “PERUBAHAN YANG DI KIRA-KIRAKAN  لتغيــــر التقـــــديري (at taghayyur at taqdiri)”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Definisi at taghayyur at taqdiri adalah kita menghukumi najis atau sucinya air dengan cara perkiraan, walaupun sifat-sifat air tersebut masih menetapi sifat aslinya.

at taghayyur at taqdiri mempunyai dua keadaan :

1. Air kemasukan najis yang sifatnya telah sesuai dengan sifat-sifat air, seperti air kencing yang sudah tidak berbau, maka perubahan air tersebut dikira-kirakan dengan sesuatu yang sifatnya sangat mencolok, seperti tinta untuk mengira-ngirakan warnanya, misik untuk baunya, dan cuka untuk rasanya. Percobaan dan perkiraan ini disesuaikan dengan sifat-sifat asli najis yang masuk ke air tersebut yang berbeda dengan sifat-sifatnya air. Kemudian, jika terjadi perubahan pada sifat air dengan perkiraan ini, maka hukum air tersebut adalah najis. Perkiraan ini tidak dilakukan kecuali pada air yang banyak, dan hukum melakukan percobaan ini wajib (jika memang ingin menggunakan air tersebut).

Jual Kain Tenun

Penutup Ceramah Islam PERUBAHAN YANG DI KIRA-KIRAKAN at taghayyur at taqdiri2. Air kemasukan cairan suci yang sifat-sifatnya telah sesuai dengan sifat-sifat air. Seperti air mawar yang sudah tidak berbau atau air musta’mal. Dalam keadaan seperti ini, perubahan air dikira-kirakan dengan sesuatu yang memiliki sifat tidak terlalu mencolok. Perasan anggur untuk mengira-ngirakan perubahan warna, delima untuk rasa dan air susu binatang jantan untuk baunya. Dalam melakukan percobaan yang dipertimbangkan hanya sifat cairan yang berbeda dengan sifat air. Jika memang perkiraan ini menimbulkan perubahan pada sifat air, maka hukum air tersebut suci namun tidak mensucikan, sehingga tidak sah bersuci dengan menggunakannya. Perkiraan ini dapat dilakukan pada air sedikit atau banyak, dan hukumnya sunnah. Sehingga, jika seseorang bersuci menggunakan air tersebut tanpa didahului pembuktian terhadap berubah dan tidaknya air, maka hukum bersucinya tetap sah.

“ Ditulis oleh al Habib al Alamah Zain ibn Ibrahim ibn Sumith, semoga Allah memberi perlindungan pada beliau

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Ceramah Agama Islam “Dua Tujuan Manusia Diciptakan”

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+