Tag Archives: panduan sholat

Isi Ceramah Islam “Tuntunan Sholat Lengkap”

Sirah Nabi Muhammad saw

Isi Ceramah Islam “Tuntunan Sholat Lengkap”

          Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pengertian Sholat :

Secara bahasa sholat bermakna doa dan ada yang mengatakan artinya adalah doa kebaikan. Sedangkan secara syara’, umumnya sholat adalah perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan.

Qoyid-qoyid dalam definisi :

Dari ungkapan, “umumnya”, mengecualikan sholat-sholat di bawah ini :

  1. Sholat yang terdiri dari perkataan tanpa ada perbuatan, seperti sholat jenazah, sholatnya orang yang diikat dan orang sakit yang hanya mampu melakukan rukun-rukun sholat di dalam hati.
  2. Sholat yang terdiri dari perbuatan tanpa ada perkataan di dalamnya. Seperti sholatnya orang bisu.
  3. Sholat  tanpa perkataan dan perbuatan, seperti sholatnya orang bisu yang di ikat.
  • Keutamaan Sholat

Isi Ceramah Islam Tuntunan Sholat LengkapSholat merupakan rukun kedua dari rukunnya islam dan merupakan tiang agama. Keutamaan sholat sangat besar sebagaimana yang dijelaskan di dalam beberapa ayat al Qur’an dan Hadits Nabawi.

Diantaranya adalah firman Allah swt surat Thoha ayat 14 :

 “Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.

            Firman Allah Swt  surat Hud ayat 114 :

 dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Nabi Muhammad Saw bersabda, “ sesungguhnya seorang hamba ketika melaksanakan sholat, maka pintu sorga terbuka untuknya, di hilangkan penghalang diantara dia dan tuhannya, dan para bidadari menghadap padanya selama dia tidak mengeluarkan ingus dan berdahak”.

            Beliau bersabda, “sesungguhnya di dalam sholat terdapat obat yang menyembuhkan”.

            Beliau bersabda, “penenang hatiku di jadikan di dalam sholat”.

            Beliau bersabda, “sesungguhnya seorang hamba yang berdiri melaksanakan sholat maka seluruh dosanya di datangkan lalu di letakkan di atas kepalanya atau di atas pundaknya, sehingga dosa-dosa tersebut akan terjatuh dari badannya setiap dia melakukan rukuk dan sujud”.

            Para ulama’ berkata, “sesungguhnya sholat adalah ibadah badaniyah yang paling utama, sehingga sholat fardlu adalah ibadah fardlu yang paling utama”

Waktu-Waktu Sholat

Sholat fardlu ada lima yaitu sholat Dhuhur, Ashar, Magrib, Isya’ dan Shubuh atau Fajar. Semua sholat ini di kumpulkan untuk nabi kita Muhammad Saw di dalam dua ayat al Qur’an, yaitu firman Allah swt surat ar Rum ayat 17 -18 :

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, 17. dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur. 18.

Dan surat al Isra’ ayat 78 :

dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). 78.

  • Pembagian Waktu Sholat.

Setiap waktu sholat terbagi menjadi enam, yaitu :

  1. Waktu Fadlilah. Yaitu, ketika seseorang melaksanakan sholat ini, maka dia akan mendapatkan keutamaan awal waktu. Keutamaan ini bisa diraih dengan melakukan hal-hal yang terkait dengan sholat sejak masuknya waktu kemudian segera melaksanakan sholat.
  2. Waktu Ikhtiyar, yaitu waktu yang dipilih syara’ untuk melaksanakan sholat  jika memang tidak dilaksanakan di awal waktu.
  3. Waktu Jawaz, yaitu waktu yang diperkenankan untuk menundah pelaksanaan sholat hingga waktu ini. Waktu jawaz ini ada yang makruh dan ada yang tidak makruh.
  4. Waktu Hurmah, yaitu waktu yang haram untuk menundah pelaksanaan sholat hingga waktu ini, karena menyebabkan sebagian dari sholat akan terlaksana di luar waktu.
  5. Waktu Udzur, yaitu waktu yang diperkenankan untuk melaksanakan sholat di waktu ini sebab ada udzur, seperti udzur bepergian dan sakit.
  6. Waktu Dlarurat, yaitu akhir waktu ketika hilangnya perkara yang mencegah sholat seperti haidl dan sesamanya, sedangkan waktu yang tersisa hanya kira-kira cukup untuk melakukan takbiratul ihram.

Sholat Pertama : Dhuhur

Disebut Dhuhur yang mempunyai arti jelas karena nampak jelas di siang hari. Ada yang mengatakan karena sholat Dhuhur dilaksanakan di waktu yang terang benerang. Dan ada juga yang mengatakan karena Dhuhur adalah sholat pertama yang nampak di dalam islam.

Waktu sholat Dhuhur : Mulai dari tergelinciri matahari (Zawal) sampai ketika ukuran bayang-bayang setiap benda sama dengan ukuran bendanya, tanpa memasukkan bayangan yang nampak di waktu istiwa’.

Zawal adalah bergesernya matahari ke arah barat dari tengah-tengah langit.

Istiwa’ adalah posisi matahari tepat di tengah langit. Saat istiwa’ setiap benda akan memiliki bayang-bayang yang merata, dan ini disebut bayang-bayang istiwa’.

Waktu Dhuhur terbagi menjadi enam :

  1. Waktu fadlilah : Mulai awal waktu sampai waktu yang cukup untuk melaksanakan hal-hal yang terkait dengan sholat.
  2. Waktu ikhtiyar : Mulai awal waktu sampai sisa waktu yang cukup untuk melaksanakan sholat.
  3. Waktu Jawaz : mulai awal waktu sampai sisa waktu yang cukup untuk melaksanakan sholat.
  4. Waktu hurmah / haram : ketika waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan sholat.
  5. Waktu udzur : seluruh waktu Ashar.
  6. Waktu Dlarurat : Waktu bagi wanita haidl, nifas dan sesamanya, ketika sesuatu yang mencegah sholat telah hilang dan waktu yang tersisa hanya cukup untuk takbiratul ihram.

Sholat Kedua : Sholat Ashar

            Secara bahasa, Ashar mempunyai arti tahun. Di antara sholat lima waktu, sholat Ashar adalah sholat yang paling utama dan merupakan sholat al Wustha yang diisyarahkan dalam firman Allah swt  surat al Baqarah ayat 238 :

peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’238.

Waktu sholat Ashar : Mulai masuk ketika ukuran bayang-bayang setiap benda lebih sedikit dari ukuran bendanya tanpa memasukkan bayangan yang nampak pada waktu istiwa’, sampai terbenamnya selulruh bulatan matahari.

Pembagian waktu Ashar :

  1. Waktu fadlilah : Mulai awal waktu sampai waktu yang cukup untuk melaksanakan hal-hal yang terkait dengan sholat.
  2. Waktu Ikhtiyar : Mulai dari habisnya waktu fadlilah sampai bayang-bayang setiap benda telah mencapai dua kali lipat ukuran bendanya.
  3. Waktu jawaz yang tidak makruh : Mulai dari habisnya waktu ikhtiyar sampai ishfiror ( الإصفرار) , yaitu ketika sorot matahari telah nampak di atas puncak gunung yang tinggi.
  4. Waktu jawaz yang makruh : Mulai ishfiror hingga sisa waktu yang cukup untuk melaksanakan sholat.
  5. Waktu hurmah : Ketika waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan sholat.
  6. Waktu udzur : Seluruh waktu Dhuhur.
  7. Waktu Dlarurat : Ketika sesuatu yang mencegah sholat telah hilang dan waktu yang tersisa hanya cukup untuk takbiratul ihram.

      Sholat Ketiga : Sholat Magrib

Secara bahasa, Magrib mempunyai arti waktu terbenam. Di antara sholat lima waktu, Magrib adalah sholat yang paling pendek waktunya.

Waktu sholat Magrib : Mulai dari terbenamnya bulatan matahari sampai terbenamnya mega merah di ufuk.

Waktu sholat Magrib terbagi menjadi tujuh :

  1. Waktu fadlilah : Mulai awal waktu sampai waktu yang cukup untuk melaksanakan hal-hal yang terkait dengan sholat.
  2. Waktu Ikhtiyar : Sama dengan waktu fadlilah
  3. Waktu jawaz yang tidak makruh : sama dengan waktu fadlilah.
  4. Waktu jawaz yang makruh : mulai dari habisnya waktu fadlilah sampai waktu yang tersisa cukup untuk melaksanakan sholat.
  5. Waktu hurmah : ketika waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan sholat.
  6. Waktu udzur : seluruh waktu Isya’.
  7. Waktu Dlarurat : ketika sesuatu yang mencegah sholat telah hilang dan waktu yang tersisa hanya cukup untuk takbiratul ihram.

Sholat Ke Empat : Sholat Isya’.

Secara bahasa, Isya’ mempunyai arti nama permulaan petang. Isya’ adalah sholat yang paling lama waktunya.

Waktu sholat Isya’ : Mulai dari terbenamnya mega merah sampai terbitnya fajar Shodiq.

Waktu sholat Isya’ terbagi menjadi tujuh :

  1. Waktu fadlilah : Mulai awal waktu sampai waktu yang cukup untuk melaksanakan hal-hal yang terkait dengan sholat.
  2. Waktu ikhtiyar : Mulai dari habisnya waktu fadlilah sampai habisnya 1/3 malam yang pertama.
  3. Waktu jawaz yang tidak makruh : Mulai dari habisnya 1/3 malam pertama sampai terbitnya fajar Kadzib.
  4. Waktu jawaz yang makruh : mulai dari terbitnya fajar Kadzib sampai sisa waktu yang cukup untuk melaksanakan sholat.
  5. Waktu hurmah : Ketika waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan sholat.
  6. Waktu udzur : Seluruh waktu Maghrib.
  7. Waktu Dlarurat : Ketika sesuatu yang mencegah sholat telah hilang dan waktu yang tersisa hanya cukup untuk takbiratul ihram.

Mega ada tiga yaitu merah, kuning dan putih. Sunnah melaksanakan sholat Isya` setelah terbenamnya mega putih dan kuning karena untuk menghindari perselisihan ulama’ yang menyatakan bahwa sesungguhnya waktu sholat isya’ itu mulai dari terbenamnya mega putih.

Sholat Ke Lima : Sholat Shubuh.

Jual Kain Tenun

Secara bahasa, Shubuh mempunyai arti permulaan siang. Sholat ini juga disebut sholat Fajar. Berjama’ah di dalam sholat Shubuh merupakan sholat berjama’ah yang paling afdlol.

Waktu sholat Shubuh : Mulai dari terbitnya fajar Shodiq sampai terbitnya sebagian dari bulatan matahari.

Waktu shubuh terbagi menjadi enam :

  1. Waktu fadlilah : Mulai awal waktu sampai waktu yang cukup untuk melaksanakan hal-hal yang terkait dengan sholat.
  2. Waktu ikhtiyar : Mulai awal waktu sampai Isfar, yaitu waktu agak terang yang memeungkinkan untuk membedakan orang didekat kita.
  3. Waktu jawaz yang tidak makruh : Mulai awal waktu sampai keluarnya mega merah.
  4. Waktu jawaz yang makruh : Mulai dari keluarnya mega merah sampai waktu yang tersisa cukup untuk melaksanakan sholat.
  5. Waktu hurmah : Ketika waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan sholat.
  6. Waktu Dlarurat : Ketika sesuatu yang mencegah sholat telah hilang dan waktu yang tersisa hanya cukup untuk takbiratul ihram.

Perbedaan antara fajar Shodiq dan fajar Kadzib

Fajar Shadiq

Fajar Kadzib

  1. Cahaya menyebar dan semakin bertambah terang.
Sinarnya diikuti oleh gelapnya malam.
  1. Membentang dari selatan ke utara.
Memanjang dari timur ke barat.
  1. Berhubungan dengan masuknya waktu sholat dan puasa.
Tidak berhubungan dengan waktu.
  • Permasalahan-Permasalahan Yang Terkait Dengan Waktu Sholat :
  1. Makruh menyebut Magrib dengan nama Isya’ dan menyebut Isya’ dengan nama ‘Atamah karena ada larangan akan hal itu. Makruh tidur sebelum sholat Isya’, setelah Sholat Shubuh dan setelah sholat Ashar. Makruh berbincang-bincang setelah sholat Isya’ kecuali dalam hal yang baik.
  2. Terdapat perincian dalam memanjangkan pelaksanaan sholat hingga sebagiannya keluar waktu :

-       Ketika waktu yang tersisa cukup untuk melaksanakan sholat beserta kesunahan-kesunahannya, maka hukum memanjangkan adalah khilaful aula.

-       Ketika waktu yang tersisa hanya cukup untuk kefardluan-kefardluannya saja, maka hukum memanjangkan adalah sunnah.

-       Ketika waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan kefardluan-kefardluan sholat, maka hukum memanjangkan adalah haram.

  1. Sholat hukumnya Ada’ jika dapat melaksanakan minimal satu rokaat sebelum habisnya waktu, baik ada udzur ataupun tidak. Jika tidak dapat melaksanakan satu rokaat di dalam waktu, maka statusnya adalah Qodlo’.
  2. Amal perbuatan yang paling utama adalah sholat di awal waktu. Keutamaan ini bisa di raih dengan melaksanakan hal-hal yang terkait dengan sholat sejak awal masuknya waktu. Sebagaimana yang diungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :

“di sunnahkan segera melaksanakan sholat di awal waktu

Ketika sejak awal waktu melaksanakan hal-hal yang terkait dengan sholat”

            Nabi Saw pernah ditanya tentang amal perbuatan yang paling disenangi Allah swt, Beliau menjawab, “sholat di awal waktu”.

Dalam satu hadits dijelaskan, “awal waktu adalah ridlonya Allah, tengah waktu adalah rahmat-Nya dan akhir waktu adalah pengampunan-Nya”. “keutamaan awal waktu dibanding akhir waktu itu seperti keutamaan akhirat dibanding dengan dunia.

            Sunnah melaksanakan sholat setelah habisnya awal waktu di dalam 27 keadaan. Batasannya adalah ketika mengakhirkan sholat akan menghasilkan kemaslahatan sholat.

Diantara bentuk-bentuk tersebut adalah

-   Menanti hawa yang tidak terlalu panas untuk melakukan sholat Dhuhur (الإبراد بالظهر), yaitu mengakhirkan pelaksanakan sholat Dhuhur hingga melewati awal waktu. Karena Nabi Muhammad Saw bersabda, “ ketika waktu sangat panas, maka nantilah hingga cuaca agak dingin ketika hendak melaksanakan sholat Dhuhur, karena cuaca yang sangat panas itu disebabkan mendidihnya api neraka jahanam”

Syarat-syarat kesunahan Ibrad ada lima sebagaimana yang diungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :

“disunnahkan ibrad untuk melaksanakan sholat Dhuhur

Karena terlalu panas di daerah yang panas

Bagi orang yang ingin berjama’ah di masjid

Yang jaraknya jauh, bukan karena sholat Jum’at”

            Syarat-syarat itu adalah :

  1.  Yang hendak dilakukan adalah sholat dhuhur.
  2.  Pada saat musim kemarau.
  3.  Di daerah yang panas.
  4.  Dilaksanakan dengan berjama’ah.
  5.  Tempat pelaksanaan sholat jaraknya jauh.

# Udzur-Udzur Sholat.

Udzur sholat ada empat yaitu tertidur, lupa, jama’ dan dipaksa. Yang dimaksud udzur sholat adalah tidak berdosa bagi orang yang menunda sholat hingga keluarnya waktu di sebabkan udzur-udzur ini. Sebagaimana yang diungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :

“tidak di anggap udzur di dalam mengakhirnya sholat kecuali bagi orang lupa

Atau tertidur, karena jama’ atau karena di paksa”

  1. Tidur di anggap udzur jika memang dilakukan sebelum masuk waktu. Sedangkan tidur yang dilakukan setelah masuk waktu, maka tidak di anggap udzur kecuali memiliki kebiasaan terbangun sebelum habis waktu, atau berpesan pada orang yang dapat dipercaya untuk membangunkan sebelum keluarnya waktu.
  2. Lupa dianggap udzur jika disebabkan sesuatu yang mubah. Sedangkan lupa yang disebabkan perkara yang makruh atau haram, maka tidak dianggap udzur.
  3. Menjama’ sholat, yaitu mendahulukan sholat sebelum waktunya atau mengakhirkan hingga keluar waktu. Hal itu dilakukan karena untuk mengumpulkan satu sholat dengan sholat yang lain sebab bepergian, sakit atau karena turun hujan.
  4. Dipaksa, yaitu dipaksa untuk untuk mengeluarkan sholat dari waktunya. Hal ini dianggap udzur jika memenuhi syarat-syarat pemaksaan.

Syarat-syarat pemaksaan ada empat :

-    Pemaksa mampu membuktikan ancamannya karena dia berkuasa atau kuat.

-    Yang dipaksa tidak mampu menolak paksaan dengan berlari atau minta tolong.

-    Yang dipaksa punya dugaan kuat jika menolak niscaya pemaksa akan melakukan ancamannya.

-    Tidak ada tanda-tanda bahwa orang yang di paksa melakukan paksaan itu dengan kehendaknya sendiri.

Waktu-Waktu Yang Haram Untuk Melaksanakan Sholat

Sebagian ulama’ mengungkapkan dengan bahasa, “ waktu-waktu yang makruh untuk melaksanakan sholat”, yaitu makruh tahrim.

Waktu-waktu yang haram untuk melaksanakan sholat ada 5, 3 berhubungan dengan waktunya dan yang 2 berhubungan dengan pekerjaannya.

-           Tiga waktu pertama yang berhubungan dengan waktu / jaman :

  1. Mulai terbitnya matahari hingga naik kira-kira setinggi satu tombak di lihat dengan pandangan mata telanjang. Yaitu menyamai ukuran 16 daqiqah. Karena ukuran tombak = 4 derajat. Satu derajat = 4 daqiqah.
  2. Mulai waktu istiwa’ hingga tergelincirnya matahari. Dan ini waktunya hanya sebentar, maka haram melaksanakan sholat pada waktu ini.

Istiwa’ adalah waktu disaat matahari tepat di tengah-tengah langit. Zawal adalah bergesernya matahari ke arah barat dari tengah langit.

  1. Mulai ihsfirar hingga terbenamnya matahari yaitu ketika matahari kekuning-kuningan di atas sesamanya puncak yang tinggi.

-   Dua waktu yang berhubungan dengan pekerjaannya :

  1. Setelah melaksanakan sholat Shubuh hingga terbitnya matahari.
  2. Setelah sholat Ashar hingga terbenamnya matahari.

-          Sholat Yang Haram Dilakukan Di Lima Waktu Ini Ada Dua Macam :

  1. Sholat Sunnah Yang Memiliki Sebab Yang Akhir, Dan Ini Ada Enam :

- sholat sunnah ihram

- sholat sunnah istikhorah.

- sholat sunnah hendak keluar rumah.

- sholat sunnah hendak bepergian.

- sholat sunnah hendak di bunuh.

- sholat sunnah hajat.

  1. Sholat sunnah mutlak, yaitu sholat sunnah yang tidak memiliki sebab dan waktu tertentu. Sebagaimana hukumnya sholat sunnah mutlak adalah sholat tasbih dan sesamanya, yaitu sholat-sholat yang tidak memiliki sebab dan waktu tertentu.

-          Terdapat tempat dan waktu yang di kecualikan dari keharaman ini, yaitu :

  1. Tempat : tanah haram Makkah baik di masjid atau bukan, yang penting masih di batas tanah haram Makkah. Maka kapanpun boleh melakukan sholat.
  2. Waktu /zaman : waktu istiwa’ di hari Jum’at.

Hukumnya tidak haram melakukan qadla’ sholat di lima waktu ini. Begitu juga melakukan sholat sunnah yang memiliki sebab yang terjadi lebih dahulu seperti sholat sunnah wudlu’ dan sholat tahiyyatul masjid. Atau memiliki sebab yang bersamaan dengan pelaksanaan sholat seperti sholat gerhana rembulan dan matahari, dengan syarat tidak menyengaja untuk melaksanakan sholat-sholat ini di waktu yang di haramkan. Jika di sengaja maka hukumnya haram.

-          Hukum melakukan sholat di saat pelaksanaan khutbah Jum’at.

Ulama’ sepakat bahwa ketika khotib naik ke mimbar maka hukumnya haram melaksanakan sholat apapun, walaupun sholat yang harus segera di qodlo’, kecuali sholat tahiyatul masjid. Namun wajib di percepat dan tidak boleh melebihi dua rokaat.

“ Ditulis oleh al Habib al Alamah Zain ibn Ibrahim ibn Sumith, semoga Allah memberi perlindungan pada beliau

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Artikel Islam “Kemilau Indahnya Dunia”

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+