Tag Archives: doa tahiyat akhir muhammadiyah

Pidato Ceramah Islam “Tahiyat”

Sirah Nabi Muhammad saw

Pidato Ceramah Islam “Tahiyat”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Rukun ke sepuluh : Duduk Tasyahud Akhir.

Jika tidak mampu membaca tasyahud maka wajib duduk dalam waktu yang cukup untuk membaca tasyahud.

Rukun Ke Sebelas : Doa Shalawat kepada Rasulullah Saw tasyahud akhir.

Syarat-syarat sholawat kepada nabi Saw adalah semua syarat yang terdapat pada tasyahud akhir. Minimal sholawat kepada Nabi Muhammad Saw adalah :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

            Maksimal sholawat kepada nabi Muhammad Saw adalah :

اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى أَلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى أَلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

            Sebagaimana yang di ungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :

“ kemudian tasyahud akhir maka duduklah

 saat melakukannya seraya membaca sholawat untuk Nabi Muhammad”

Pidato Ceramah Islam TahiyatRukun kedua belas adalah salam, yaitu salam yang pertama saja. Minimal salam adalah :

” السلام عليكم “  maksimal salam adalah ” السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ ”

Syarat-syarat salam ada sepuluh yang terkumpul dalam ungkapan sebagian ulama’ :

Jual Kain Tenun

“ syarat salam yang melepaskan sholat

Ketika kau hendak melakukannya ada sembilan yang sah tanpa ada keraguan

Ma’rifatkanlah, dengan bentuk khitob, jama’kan dan mewalahkan

Menghadaplah ke kiblat, kemudian tidak bertujuan kalam habar

Duduklah, dan dengarkanlah pada dirimu, jika sempurna

Syarat-syarat itu maka akan di anggap”

            Syarat tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut :

  1. Di bentuk kalimat ma’rifat, maka tidak cukup jika menggungkapkan ” سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ” .
  2. Menggunakan kalam khithob. Sehingga tidak cukup dengan bahasa, ” السَّلَامُ عَلَيْهِمْ ” .
  3. Menggunakan bentuk jama’, maka tidak cukup dengan bentuk ” السَّلَامُ عَلَيْكَ أَوْ عَلَيْكُمَا ” .
  4. Dua kalimat salam di baca secara bersambung,dengan artian diantara keduanya tidak terdapat kata-kata lain.
  5. Terus menerus, maka tidak di perkenankan berdiam diantara dua kalimat salam.
  6. Posisi dada menghadap kiblat.
  7. Ucapan salam tidak di tujukan untuk kalam hobar ( الإخبار) tapi untuk kalam Insya’ ( الإنشاء )  .
  8. Saat salam dalam posisi duduk, maka tidak cukup jika berdiri sebelum menyempurnakan salam.
  9. Minimal ucapan salam terdengar oleh dirinya sendiri karena salam termasuk rukun ucapan.
  10. Menggunakan bahasa arab, syarat ini tidak di ungkapkan oleh pengarang nadzom di atas.

Rukun ke tiga belas adalah melakukan rukun-rukun sholat dengan runtut / tertib. Karena sesungguhnya baginda Nabi Muhammad Saw melaksanakan sholat sebagaimana urutan yang telah di jelaskan di atas. Beliau nabi bersabda “laksanakanlah sholat sebagaimana kalian melihat aku melaksanakannya”

“ Ditulis oleh al Habib al Alamah Zain ibn Ibrahim ibn Sumith, semoga Allah memberi perlindungan pada beliau

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Artikel Islam “Kemilau Indahnya Dunia”

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+