Tag Archives: contoh kutbah jumat

Cara Ceramah Islam “RUKUN DAN SYARAT KHUTBAH DUA JUM’AT”

Sirah Nabi Muhammad saw

Cara Ceramah Islam “RUKUN DAN SYARAT KHUTBAH DUA JUM’AT”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Rukun dua khutbah ada lima :

  1. Membaca hamdalah di kedua khutbah. Maka wajib menngucapkan lafadz “الحَمْدُ” atau lafadz yang tercetak darinya, dan tidak cukup dengan mengucapkan”الشُّكْرُ لِلهِ” .
  2. Membaca sholawat untuk baginda Nabi Muhammad Saw di kedua khutbah dengan bentuk sholawat apapun. Tidak cukup dengan mengucapkan “رَحِمَ اللهُ مُحَمَّدًا” atau “صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ” walaupun dlomirnya kembali ke lafadz yang telah diucapkan sebelumnya. Tidak disyaratkan harus lafadz “مُحَمَّدًا”
  3. Wasiat taqwa di kedua khutbah. Taqwa adalah mengikuti segala perintah dan menjahui segala larangan. Maka wasiat harus mengandung dorongan untuk taat dan mencegah dari maksiat dengan mengucapkan sesamanya lafadz   ”احْذَرُوْا عِقَابَ اللهِ أَوِ النَّارَ” “takutlah kalian pada siksa Allah atau neraka”. Tidak cukup hanya menakut-nakuti dari duniawi.
  4. Membaca ayat al Qur’an di salah satu khutbah. Yang afdol adalah membaca ayat di khutbah yang pertama agar seimbang di antara dua khutbah.  Syarat ayat yang dibaca : menurut imam Ibn Hajar harus berupa ayat yang memahamkan dan minimal sempurna satu ayat, sedangkan menurut imam Romli, cukup membaca sebagian ayat yang bisa memberi kefahaman.
  5. Doa untuk kaum mukminin pada khutbah kedua. Syarat doa : harus bernilai akhirat tidak cukup yang bernilai duniawi. Tidak masalah mengkhususkan doa pada orang-orang yang mendengarkan saja. Sunnah berdo’a untuk para pemimpin / wulatul amri.

Cara Ceramah Islam RUKUN DAN SYARAT KHUTBAH DUA JUM’ATSemua hal di atas sebagaimana yang diungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :

“rukun khutbath dua : berdiri, memujilah kepada Allah

Bersholawatlah untuk Nabi Muhammad setelahnya

Dan hendaklah berwasiat dengan taqwa atau semakna

Seperti kata “tho’atlah kalian pada Allah”, semuanya pada kedua khutbah

Menutup aurat, terus menerus di antara kedua khutbah,

Di antara sholat, dan harus bersuci

Duduk dengan Thuma’ninah di antara kedua khutbah

Membaca ayat di salah satu khutbah

Dan bacalah do’a untuk mukminin di khutbah kedua

Jual Kain Tenun

Dan di anggap bagus mengkhusukan untuk yang mendegarkan khutbah”

            Hukum tertib di antara dua khutbah : Menurut imam Nawawi hukumnya sunnah, dan ini pendapat yang kuat (mu’tamad). Dan menurut imam Rofi’i adalah wajib.

  • Syarat Sah Kedua Khutbah Ada Dua Belas :
  1. Laki-laki.
  2. Suci dari hadats kecil dan besar. Jika mengalami hadats di pertengahan khutbah, maka wajib wudlu’ dan mengulangi khutbah dari awal.
  3. Suci dari najis di pakaian, badan dan tempat. Maksudnya pakaian, badan dan tempat yang tersentuh khotib harus suci dari najis.
  4. Menutup aurat. Jika aurat terbuka hingga melewati masa yang cukup untuk menutupnya dan tidak segera ditutup, maka khutbahnya batal dan wajib mengulangi dari awal.
  5. Berdiri bagi yang mampu. Jika tidak mampu khutbah dengan berdiri, maka khutbah dengan duduk. Jika tidak mampu duduk, maka dengan tidur miring,  namun yang lebih utama adalah mencari ganti untuk melaksanakan khutbah.
  6. Duduk di antara dua khutbah dengan kadar waktu melebihi thuma’ninah dalam sholat. Yang lebih utama adalah kadar membaca surat al Ikhlas. Jika tidak duduk di antara keduanya, maka keduanya dianggap satu khutbah.
  7. Terus-menerus secara urf di antara dua khutbah. Sebagian ulama’ memberi batasan dengan kadar melakukan sholat dua rokaat yang tidak panjang. Jika pemisah di antara keduanya melebihi hal di atas, maka wajib mengulangi khutbah dari awal.
  8. Terus menerus di antara kedua khutbah dan sholat secara urf sebagaimana batasan yang telah dijelaskan.
  9. Khotib bisa memberi pendengaran. Maksudnya khotib menyampaikan rukun kedua khutbah dengan suara yang bisa di dengar oleh empat puluh laki-laki yang bisa mengesahkan Jum’at.
  10. Kedua khutbah harus terdengar oleh orang empat puluh. Yaitu jama’ah Jum’at mendengar kedua khutbah secara pasti menurut imam Nawawi, Rofi’i dan Ibn Hajar.
  11. Rukun kedua khutbah harus disampaikan dengan bahasa arab. Hal ini jika disampaikan pada orang-orang yang bisa bahasa arab. Jika tidak, maka boleh disampaikan dengan basaha apa saja, dengan syarat bisa difaham oleh para jama’ah, namun wajib bagi mereka belajar bahasa arab. Jika tidak, maka mereka berdosa dan tidak sah sholat Jum’atnya.
  12. Seluruh rukun khutbah di laksanakan di dalam waktu Dhuhur. Jika rukun pertama yaitu bacaan hamdalah dimulai sebelum masuk waktu, maka hukumnya tidak sah.

“ Ditulis oleh al Habib al Alamah Zain ibn Ibrahim ibn Sumith, semoga Allah memberi perlindungan pada beliau

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Kultum Agama Islam “Pilih Teman Yang Soleh”

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+