Tag Archives: bacaan sholat jumat

Ceramah Aam Amiruddin “SHOLAT JUM’AT”

Sirah Nabi Muhammad saw

Ceramah Aam Amiruddin “SHOLAT JUM’AT”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sholat Jum’at adalah sholat dua rokaat yang di laksanakan pada hari yang sudah diketehui di waktu Dhuhur. Menurut pendapat yang kuat (mu’tamad), sholat Jum’at adalah sholat tersendiri bukan sholat Dhuhur yang diqoshor, oleh karena itu tidak cukup melaksanakan sholat Dhuhur sebagai ganti dari sholat Jum’at jika waktunya belum mepet.

# Keutamaan Sholat Jum’at
Sholat Jum’at adalah sholat fardlu yang paling utama, jama’ah sholat Jum’at adalah jama’ah yang paling utama dan merupakan keistimewaan umat Muhammad Saw. Dalam suatu hadits disebutkan, “sholat lima waktu, sholat Jum’at sampai sholat Jum’at berikutnya, dan puasa Romadlon sampai puasa Romadlon berikutnya, itu bisa menghapus dosa-dosa di antara keduanya selama menjahui dosa besar”. “barang siapa membasuh kepala dan mandi di hari Jum’at serta berangkat pagi-pagi menuju sholat Jum’at dengan jalan kaki tidak naik kendaraan dan mendekat pada imam serta tidak bermain-main, maka setiap jangka dia mendapatkan pahala puasa dan bangun malam selama setahun.”

Ceramah Aam Amiruddin SHOLAT JUM’AT# Tahun Difardlukannya Sholat Jum’at
Sholat Jum’at diwajibkan di Makkah pada malam Isro’ Mi’roj. Orang pertama yang melaksanakan sholat Jum’at adalah As’ad ibn Zurarah Ra bersama Mush’ab ibn Umair di pelataran masjid Quba’ di Madinah al Munawwarah. Nabi Muhammad Saw tidak sempat melaksanakan sholat Jum’at di Makkah karena kondisi yang tidak memungkinkan sebab kaum muslimin di sana masih lemah.

# Syarat Wajib Sholat Jum’at Ada Tujuh :
1.    Islam, maka tidak wajib bagi orang kafir asli. Sedangkan bagi orang murtad hukumnya wajib sehingga wajib mengqodlo’ dengan sholat Dhuhur ketika sudah kembali masuk islam.
2.    Baligh, maka tidak wajib bagi bocah yang belum baligh namun sah hukumnya sholat Jum’at yang dia lakukan jika sudah tamyiz.
3.    Berakal, maka tidak wajib dan tidak sah sholat Jum’atnya orang gila.
4.    Merdeka, maka tidak wajib bagi budak walaupun budak Muba’ad dan Mukattab, namun sah jika melaksanakannya.
5.    Laki-laki, maka tidak wajib bagi wanita dan khuntsa, namun sah jika melaksanakannya.
6.    Sehat, maka tidak wajib bagi orang sakit yang berat jika harus menghadiri sholat Jum’at sebagaimana beratnya berjalan saat turun hujan. Jika terlanjur hadir di tempat sholat Jum’at setelah tergelincirnya matahari / masuk waktu, maka tidak diperkenankan pulang kecuali mengalami kesulitan yang berat dan sulit ditahan jika harus menanti hingga selesai pelaksanaan sholat.
7.    Muqim, terlebih jika menetap (mustauthin), maka tidak wajib bagi musafir.
-    Batasan muqim : Orang yang niat menetap sementara di suatu daerah selama empat hari atau lebih tanpa menghitung hari saat datang dan keluar, dan mempuyai niat akan kembali ke tanah kelahirannya walaupun setelah waktu yang cukup lama.
-    Batasan orang yang menetap (mustauthin) : Orang yang menetap di suatu daerah dan tidak punya niat pergi dari sana baik di musim kemarau atau dingin kecuali ada hajat / keperluan.
-    Sholat Jum’at wajib bagi orang muqim dan mustauthin.
-    Sholat Jum’at juga wajib bagi orang muqim yang mendengar suara adzan dari daerah tempat pelaksanaan sholat Jum’at, jika mendengarnya dari pinggir desa atau daerah yang berada di dekat daerah tempat pelaksanaan sholat Jum’at beserta keadaan angin tenang dan tidak berisik.

Jual Kain Tenun

# Pembagian Orang Dalam Pelaksanaan
Sholat Jum’at Ada Enam :
1.    Orang yang wajib, sah dan dapat mengesahkan sholat Jum’at adalah Mustauthin yang telah memenuhi semua syarat wajibnya sholat Jum’at.
2.    Orang yang wajib dan sah melaksanakan sholat Jum’at namun tidak dapat mengesahkannya, yaitu orang muqim yang telah memenuhi syarat-syarat yang lain.
3.    Orang yang wajib melaksanakan sholat Jum’at, namun tidak sah dan tidak mengesahkannya, yaitu orang murtad.
4.    Orang yang tidak wajib melaksanakan sholat Jum’at namun sah dan bisa mengesahkan sholat Jum’at adalah orang mustauthin yang sakit, begitu juga orang-orang yang mengalami / memiliki udzur Jum’at.
5.    Orang yang tidak wajib melaksanakan sholat Jum’at namun sah dan tidak bisa mengesahkannya, yaitu musafir, budak, bocah yang sudah tamyiz dan wanita.
6.    Orang yang tidak wajib, tidak sah dan tidak bisa mengesahkan sholat Jum’at, yaitu orang kafir asli dan orang gila.

# Permasalahan-Permasalahan Terkait
Hal-Hal Yang Telah Di Jelaskan Di Depan :
1.    Semua orang yang tidak terkena kewajiban sholat Jum’at ketika hadir di tempat pelaksanaan sholat Jum’at setelah masuk waktu Dhuhur, maka bagi mereka diperkenankan pulang dan tidak wajib mengikuti sholat Jum’at, kecuali bagi orang sakit. Dia (orang sakit) tidak diperkenankan pulang sebelum mengikuti sholat kecuali mengalami kesulitan yang tidak tertahankan.
2.    Sunnah melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah bagi orang-orang yang memiliki udzur tidak menghadiri sholat Jum’at. Dan melaksanakan dengan sembunyi-sembunyi jika memang udzurnya samar.
3.    Bagi orang yang tidak memiliki udzur, tidak sah melakukan sholat Dhuhur sebelum imam salam dari sholat Jum’atnya.
4.    Bagi orang yang mempunyai harapan udzurnya akan hilang, maka sunnah untuk mengakhirkan pelaksanaan sholat Dhuhur hingga tidak ada harapan bisa mengikuti sholat Jum’at.
Sebagaimana yang di ungkapkan penyusun Shofwatul Zubad :
“fardunya sholat Jum’at adalah dua rokaat bagi orang mukmin
Yang mukallaf, merdeka, laki-laki, mustauthin,
Dan sehat. Syarat Jum’at: di laksanakan di perkampungan
Berjama’ah dengan empat puluh orang yang memenuhi persyaratan”

“ Ditulis oleh al Habib al Alamah Zain ibn Ibrahim ibn Sumith, semoga Allah memberi perlindungan pada beliau

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Kultum Agama Islam “Pilih Teman Yang Soleh”

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+