Tag Archives: ahli sunnah wal jama’ah

Buku Islam Online “AQIDAH AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH DI DALAM PENJELASAN DUA KALIMAT SYAHADAH YANG MERUPAKAN SALAH SATU POSDASI ISLAM”

Sirah Nabi Muhammad saw

Buku Islam Online “AQIDAH AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH  DI DALAM PENJELASAN DUA KALIMAT SYAHADAH YANG MERUPAKAN SALAH SATU POSDASI ISLAM”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Akidah Ahli Sunnah Wal Jama’ah tentang Dzatnya Allah Swt yaitu,  menyaqini sesungguhnya Allah Swt adalah tuhan yang MahaEsa dan tidak ada yang menyekutui, Maha terdahulu dan tidak ada awalnya, selalu ada dan tidak ada akhirnya, kekal tanpa batas, selalu tetap dan tidak akan sirna.

Allah Swt tidak akan berubah dan tidak akan sirna. Allah Swt selalu bersifatan dengan segala sifat keagungan. Allah Swt tidak akan pernah terputus dan berhenti dengan putus dan berhentinya zaman, bahkan Allahlah Dzat yang Mahaawal dan Mahaakhir, Dzat yang dhohir dan bathin, mengetahui segala sesuatu. Allah Swt tidak berupa jisim dan tidak berbentuk, sama sekali tidak serupa dengan makhluk, dan tidak ada makhluk yang menyerupai-Nya, tidak di liputi oleh arah, bumi dan langit.

Sesungguhnya Allah Swt menguasai Arsy sebagaimana yang di jelaskan-Nya di al Qur’an sesuai dengan apa yang di kehendaki-Nya. Allah Swt berada di atas arsy, langit, dan seluruh apa yang berada di dasar bumi, yaitu di atas yang tidak menambah dekat kepada arsy dan langit sebagaimana tidak menambah jauh dari bumi, bahkan derajat Allah Swt jauh dari arsy dan langit sebagaimana derajat-Nya jauh di atas bumi. Walaupun demikian, Allah Swt dekat dengan segala sesuatu. Ia lebih dekat kepada hamba-Nya dari pada otot leher hamba itu sendiri, karena dekatnya Allah tidak sama dengan dekatnya jisim, sebagaimana Dzatnya Allah Swt tidak sama dengan dzatnya jisim.

Sesungguhnya Allah Swt tidak menempati sesuatu dan tidak ada sesuatu yang menempat pada-Nya. Allah Swt di sucikan dari termuat oleh tempat sebagaimana Allah suci dari terbatasi oleh waktu. Bahkan Allah sudah ada sebelum menciptakan ruang dan waktu. sekarang Allah sebagaimana yang dahulu.

Sesungguhnya keberadaan Dzat Allah  Swt bisa di ketahui oleh akal dan bisa di lihat oleh mata kelak di Akherat, yaitu tempat yang kekal, sebagai bentuk kenikmatan dan belas kasih dari-Nya kepada orang-orang yang baik, dan sebagai penyempurna kenikmatan dengan bisa melihat dzat-Nya yang mulia.

Sesungguhnya Allah Swt adalah Dzat yang hidup, Mahakuasa di atas segalanya, dan Maha Memaksa. Sama sekali tidak ada sifat kurang dan lemah pada Dzat-Nya. Rasa kantuk dan tidur tidak pernah menghinggapi-Nya. Kerusakan dan kematian tidak akan pernah datang pada Dzat-nya. Sesungguhnya Allah Swt hanya sendiri di dalam menciptakan, dan sendiri tanpa teman dalam mewujudkan seluruh makhluk.

Sesungguhnya Allah Swt mengetahui segala sesuatu, meliputi apapun yang berjalan dari dasar bumi hingga langit yang paling tinggi. Tidak ada sebesar semut yang paling kecil pun di bumi dan di langit yang lepas dari pengetahuan-Nya, bahkan Allah swt mengetahui gerakan kaki semut hitam di atas batu hitam yang besar di malam gelap gulita. Allah Swt mengetahui gerakan debu yang beterbangan di angkasa, mengetahui hal yang samar dan yang paling samar. Mengetahui apapun yang datang dan gerakan yang terbesit di dalam hati, mengetahui rahasia yang paling samar. Semua  itu di ketahui dengan ilmu-Nya yang Qodim dan Azali. Allah Swt selalu bersifatan dengan ilmu ini sejak zaman Azali dan tidak akan berubah sampai kapan pun.

Sesungguhnya Allah Swt adalah Dzat yang menghendaki seluruh makhluk dan yang mengaturnya. Tidak ada suatu perkara pun yang terjadi di langit dan di bumi kecuali atas qodlo’, takdir, hikmah dan kehendak dari-Nya.

Sesungguhnya Allah Swt  adalah Dzat yang Maha Mendengar  dan Maha Melihat. Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat di dengar walaupun sangat samar, yang terlepas dari pendengaran-Nya. Dan tidak ada sesuatu apa pun yang bisa terlihat walaupun sangat lembut, yang terlepas dari penglihatan-Nya. Jauhnya jarak tidak bisa menghalangi pendengaran-Nya dan kegelapan tidak bisa mencegah penglihatan-Nya. Pendengaran dan penglihatan-Nya sama sekali tidak sama dengan pendengaran dan penglihatan makhluk, sebagaimana dzat-Nya sama sekali tidak sama dengan dzatnya makhluk.

Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha berfirman, Maha Memerintah, Melarang, Berjanji dan Mengancam. Sesungguhnya al Qur’an, Taurat, Injil, dan Zabur adalah kitab-kitab yang di turunkan kepada para Rosul-Nya As dengan kalam-Nya, yaitu sifat yang melekat pada Dzat-Nya dan bukan termasuk makhluk. Sesungguhnya al Qur’an adalah kalamullah, bukan makhluk yang akan rusak dan bukan sifatnya makhluk yang akan sirna.

Sesungguhnya tidak ada sesuatu selain Allah Swt yang bisa wujud kecuali atas kehendak dan perbuatan-Nya, yang mana dengan sifat adil-Nya lah sesuatu tersebut bisa wujud dengan bentuk yang terbaik dan paling sempurna.

Sesungguhnya Allah Swt Mahabijaksana di setiap pekerjaan-Nya, dan maha adil di setiap kehendak dan keputusan-Nya. Setiap sesuatu selain Allah, baik manusia, jin, malaikat, langit, bumi, ibnatang, tumbuh-tumbuhan, yang tidak bernyawa, yang dapat di lihat, dan yang dapat di rasakan, itu semua adalah sesuatu yang baru, di ciptakan oleh Allah Swt yang mana sebelumnya tidak ada, di munculkan oleh Allah setelah semua itu bukan berbentuk apa-apa. Sebab di zaman Azali yang wujud hanyalah Allad Swt, tidak ada yang lain. Dan setelah itu Allah Swt menciptakan makhluk untuk menampakkan kekuasaan-Nya dan menyatakan apa yang telah di kehendaki-Nya dan apa yang telah tetap di zaman Azali, bukan karena Allah Swt butuh pada makhluk.

Jual Kain Tenun

Sesungguhnya Allah Swt menciptakan, mewujudkan dan memberi taklif kepada makhluk ini semata-semata adalah bentuk anugerah-Nya, bukan karena wajib di lakukan-Nya. Memberi nikmat dan membuat bagus itu semata-mata pemberian-Nya bukan karena kewajiban atas-Nya, sehingga segala bentuk anugerah, kebaikan dan kenikmatan itu hanya milik Allah Swt.

Sesungguhnya Allah Swt memberi pahala pada para hamba-Nya yang mukmin atas ketaatan yang mereka lakukan itu murni merupakan bentuk kedermawanan dan janji dari-Nya, bukan kewajiban yang harus Ia lakukan. Karena tidak  ada satu pun pekerjaan yang harus di lakukan oleh Allah Swt untuk siapa pun. Tidak bisa di gambarkan bahwa Allah Swt melakukan ke dzoliman, dan tidak ada siapa pun yang memiliki hak yang wajib di berikan oleh Allah Swt.

Sesungguhnya taat kepada Allah yang wajib di lakukan oleh makhluk itu karena Allah lah yang mewajibkannya melalui peranta lisan para Nabi-Nabi-Nya As, bukan hanya karena penilaian akal, akan tetapi Allah Swt mengutus para Rosul dan memperlihatkan kebenarannya dengan mu’jizat-mu’jizat yang jelas. Kemudian mereka menyampaikan perintah, larangan, janji dan ancaman Allah Swt, sehingga wajib bagi seluruh makhluk untuk beriman dan membenarkan segala yang dibawa oleh para Rosul.

Sesungguhnya Allah Swt mengutus seorang Nabi yang Ummi, yaitu Nabi Muhammad Saw dengan membawa risalah bagi seluruh manusia dan jin, baik yang berbangsa arab ataupun bukan. Sesungguhnya Allah Swt mengakhiri keNabian dan kerosulan dengan mengutus beliau. Sehingga Allah Swt menjadikan beliau sebagai Rosul terakhir yang membawa berita gembira, berita yang menakutkan dan yang mengajak kejalan Allah Swt dengan seizin-Nya dan sebagai cahaya penerang. Allah Swt menurunkan kitab-Nya yang penuh hikmah kepada beliau. Dengan beliau, Allah menjelaskan agama-Nya yang benar dan menunjukkan jalan yang lurus. Allah Swt mewajibkan pada seluruh makhluk untuk membenarkan semua yang di bawa oleh baginda Nabi Muhammad Saw.

Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang tanpa ada keraguan. Sesungguhnya Allah Swt akan membangkitkan orang-orang yang telah mati sebagaimana saat pertama kali mereka datang. Sesungguhnya Allah Swt menciptakan sorga dan mempersiapkannya sebagai tempat yang kekal bagi para kekasih-Nya. Allah Swt memuliakan mereka di sorga dengan dapat melihat dzat-Nya yang mulia. Allah Swt menciptakan neraka dan mempersiapkannya sebagai tempat yang kekal bagi orang yang mengkufuri-Nya, melenceng dari ayat, kitab dan para Rosul-Nya, serta menghalanginya dari melihat dzat-Nya yang mulia.

Ajaran agama kita adalah tidak di perkenankan untuk menuduh kafir siapa pun dari ahli kiblat yang melakukan dosa seperti zina, mencuri, dan minum arak. Kita tidak di perkenankan untuk menetapkan siapa pun dari ahli tauhid dan orang-orang yang berpegang pada keimanan bahwa dia pasti masuk sorga atau neraka, kecuali orang-orang yang telah di saksikan oleh baginda Nabi Muhammad Saw akan masuk sorga. Kita berharap bahwa orang-orang yang berbuat dosa kelak akan di masukkan sorga, namun kita juga khawatir mereka akan di siksa di neraka. Kita berpendapat sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla akan mengeluarkan sekelompok kaum dari neraka dalam keadaan hangus terbakar dengan perantara syafaat dari baginda Nabi Muhammad Saw, karena kita membenarkan terhadap apa yang telah di riwayatkan dari beliau. Kita beriman akan adanya siksa kubur, dan sesungguhnya Allah akan mengumpulkan hamba-hamba-Nya di suatu tempat dan akan menghisab orang-orang mukmin.

Termasuk ajaran agama kita adalah mencintai orang-orang yang telah di pilih oleh Allah Swt sebagai sahabat baginda Nabi Muhammad Saw. Kita memuji mereka sebagaimana pujian Allah Swt pada mereka dan kita mencintai mereka semua.

Kita berpendapat bahwa imam yang mulia setelah baginda Nabi Muhammad Saw adalah Abu Bakar Ash Shidiq Ra. Dengan beliau, Allah Swt memuliakan agama islam dan memenangkan beliau atas orang-orang yang murtad. Seluruh kaum muslimin mengajukan beliau sebagai imam sebagaimana baginda Nabi menyuruh beliau menjadi imam sholat. Dan seluruh kaum muslimin menyebut beliau dengan sebutan “Kholifah Rosulullah” (pengganti Rosulullah). Kemudian sahabat Umar ibn Khothob, lalu sahabat Utsman ibn Affan Ra. Dan kita berpendapat bahwa sesungguhnya orang yang membunuh sayyidina Utsman adalah orang-orang yang berbuat dzolim. Kemudian sahabat Ali ibn Abu Tholib.

Empat sahabat ini adalah imam setelah wafatnya baginda Nabi dan mereka adalah kholifah keNabian. Kita mencintai seluruh sahabat baginda Nabi Muhammad Saw, dan tidak berkomentar terhadap apa yang terjadi diantara mereka.

Setiap terjadi perbedaan di antara kita,  maka yang di buat pedoman adalah kitabullah, sunnah rosul, Ijma’ ulama’ dan yang semakna. Ktia tidak membuat hal yang baru (bid’ah) di dalam agama Allah Swt selama tidak mendapat izin. Kita tidak mengatakan sesuatu tentang Allah Swt yang tidak kita ketahui. Kita berpendapat bahwa sedekah dan do’a untuk orang islam yang sudah meninggal itu bisa bermanfaat bagi mereka. Dan kita beriman bahwa yang memberi manfaat kepada orang-orang islam yang sudah meninggal dengan sedekah dan doa itu adalah Allah Swt.

Dan kita berpendapat bahwa sah-sah saja jika Allah Swt memberikan keistimewaan kepada para hamba-Nya yang sholeh dengan menampakkan karomah dari mereka.

Demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (sumber : buku “BEKAL DAKWAH AL-GHOZALI   1″)

Baca Artikel Kami Lainnya >>> Dakwah Islam “Enam Karakteristik Kaum Musyrikin yang Diperangi Rasulullah”

toko buku islam murah
FacebookTwitterGoogle+